HOME  ⁄  Nasional

IKM Binaan Kemenperin Jadi Pemasok Perlengkapan Haji 2026, Perkuat Industri Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IKM Binaan Kemenperin Jadi Pemasok Perlengkapan Haji 2026, Perkuat Industri Nasional
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian memfasilitasi 12 industri kecil dan menengah binaan untuk menjadi pemasok perlengkapan jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 guna memperkuat peran industri nasional dan mengoptimalkan pasar domestik.

Langkah ini melibatkan pelaku IKM yang menyuplai berbagai produk mulai dari sandang hingga kain ihram bagi jemaah haji Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan keterlibatan IKM merupakan strategi pemerintah dalam memperkuat industri dalam negeri.

Ia mengungkapkan, "Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka."

Strategi Perkuat Daya Saing IKM

Pemerintah menilai momentum penyelenggaraan haji dan umrah sebagai peluang besar untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka.

Potensi ekonomi dari ekosistem haji dan umrah dinilai sangat besar seiring jumlah populasi Muslim Indonesia yang tinggi dan kuota haji yang terus meningkat.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita menyebut capaian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan business matching dengan HIPPINDO dan ekosistem haji dan umrah pada Desember 2025.

Ia menyatakan, "Produk IKM binaan kami, mulai dari batik, mukena, hingga kain ihram telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia."

Daftar IKM dan Sertifikasi Batikmark

Empat IKM binaan yang berhasil menjadi pemasok antara lain CV Akasia Batik, PT Kresna Andalan Beka, CV Rajasa Mas Jaya, dan CV Gilang Githa Gemilang.

Selain itu, delapan IKM batik dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta turut bermitra melalui fasilitasi sertifikasi Batikmark.

Sertifikasi Batikmark menjadi syarat penting untuk memastikan keaslian batik yang digunakan sebagai seragam haji.

Penulis :
Shila Glorya