HOME  ⁄  Nasional

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu
Foto: (Sumber : Dokumentasi. Warga melintasi jalan raya di saat hujan mengguyur Kota Palangka Raya, Rabu (19/2/2026). (ANTARA/Rendhik Andika).)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu akibat dinamika atmosfer.

Wilayah Terdampak dan Prakiraan Cuaca

Prakirawan BMKG Ranika Dwi menyebut wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, dan Sulawesi Barat.

Untuk wilayah barat Indonesia, terdapat potensi hujan petir di Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Bandung, serta hujan sedang di Jakarta.

Selain itu, hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota seperti Aceh, Medan, Padang, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Semarang, dan sebagian besar wilayah Kalimantan.

Sementara itu, kondisi berawan tebal diperkirakan terjadi di Surabaya dan Yogyakarta.

Di wilayah timur Indonesia, potensi hujan sedang terjadi di Mamuju, Gorontalo, dan Merauke, serta hujan ringan di Mataram, Kupang, Makassar, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian besar Papua.

BMKG juga mencatat potensi berawan hingga berawan tebal di Denpasar dan Kendari, serta udara kabur di Palu.

Dinamika Atmosfer dan Imbauan Kewaspadaan

Prakirawan BMKG Sentia menjelaskan potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti monsun Australia, Madden-Julien Oscillation (MJO), dan gelombang Rossby Equatorial.

"Seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan