HOME  ⁄  Nasional

Surabaya Menghidupkan Semangat Kartini Lewat Seni dan Pendidikan di Tengah Kota Modern

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Surabaya Menghidupkan Semangat Kartini Lewat Seni dan Pendidikan di Tengah Kota Modern
Foto: (Sumber : Kegiatan On The Spot (OTS) atau melukis bersama bertajuk "Beauty of Balai Pemuda Surabaya" dalam rangkaian peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 digelar di Balai Pemuda, Sabtu (18/4/2026). ANTARA-HO/Diskominfotik Surabaya..)

Pantau - Kota Surabaya memperingati Hari Kartini 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan seni dan pendidikan sebagai upaya menghidupkan kembali semangat emansipasi perempuan di tengah dinamika kota modern.

Seni dan Pendidikan Jadi Medium Perjuangan

Kegiatan melukis bersama bertajuk “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” digelar di Balai Pemuda pada Sabtu (18/4) sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.

Di saat yang sama, sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini di Surabaya menggelar kegiatan dongeng untuk menanamkan nilai keberanian dan gotong royong kepada anak-anak.

Dua aktivitas tersebut menjadi representasi upaya merawat nilai perjuangan Kartini melalui pendekatan seni dan pendidikan di ruang publik dan ruang belajar.

Tantangan Menjaga Ruang Kreatif di Kota

Balai Pemuda disebut sebagai ruang penting dalam sejarah seni kota yang terus dipertahankan sebagai wadah kreativitas lintas generasi.

Upaya menjaga ruang seni dinilai menjadi bagian dari menjaga kebebasan berekspresi yang sejalan dengan nilai perjuangan Kartini.

Namun, tantangan muncul karena sektor seni kerap dianggap tidak produktif secara ekonomi sehingga rentan terpinggirkan dalam kebijakan pembangunan kota.

Pendekatan pembangunan yang berfokus pada ekonomi dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan ruang-ruang kreatif yang memiliki fungsi sosial dan budaya.

Peringatan Hari Kartini di Surabaya menjadi momentum untuk menegaskan bahwa peran perempuan, seni, dan pendidikan tetap relevan dalam membangun identitas kota sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan nilai kemanusiaan.

Penulis :
Ahmad Yusuf