HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Catat Pertumbuhan Kredit 10,42 Persen pada Kuartal I 2026, Didorong Sektor Korporasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Catat Pertumbuhan Kredit 10,42 Persen pada Kuartal I 2026, Didorong Sektor Korporasi
Foto: (Sumber : Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Jakarta, Senin (20/4/2026) (ANTARA/Bayu Saputra).)

Pantau - Pemerintah mencatat pertumbuhan kredit nasional mencapai 10,42 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 yang didorong oleh kinerja kuat sektor korporasi, komersial, dan konsumer.

Kredit Korporasi Jadi Penopang Utama

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut kredit korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 14,29 persen.

Kredit konsumer dan komersial masing-masing tumbuh 13,97 persen dan 11,11 persen.

Sementara itu, kredit UMKM mengalami kontraksi sebesar 3,57 persen meski dinilai masih terkendali.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, "Peningkatan baki debet kredit dan jumlah penerima kredit mencerminkan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat."

KUR Tetap Stabil dan Jadi Andalan UMKM

Di tengah tekanan pada sektor UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap menunjukkan kinerja stabil dengan pertumbuhan 0,21 persen dan baki debet mencapai Rp522 triliun.

Program Kredit Program Perumahan (KPP) juga mulai menunjukkan perkembangan dengan nilai mencapai Rp15,76 triliun per Maret 2026.

Pemerintah mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) UMKM mencapai 4,55 persen, namun kualitas KUR tetap terjaga dengan NPL sebesar 2,16 persen.

Haryo menjelaskan, "Hal ini menunjukkan bahwa desain kebijakan KUR yang didukung oleh sistem penjaminan atau pertanggungan yang kuat mampu menjaga keseimbangan antara perluasan akses pembiayaan dan pengelolaan risiko secara prudent."

Pemerintah juga mengimplementasikan kebijakan KUR pascabencana untuk membantu pemulihan ekonomi di wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui kebijakan tersebut, penyaluran KUR mencapai Rp6,04 triliun kepada lebih dari 93 ribu debitur.

Haryo menegaskan, "Dengan berbagai kebijakan KUR yang didorong pula oleh sistem penjaminan atau pertanggungan yang kuat, serta sinergi kebijakan fiskal dan sektor riil, UMKM akan terus diperkuat sebagai fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing."

Penulis :
Ahmad Yusuf