HOME  ⁄  Nasional

BMKG Sultra Imbau Warga Waspadai Potensi El Nino Moderat Pertengahan 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Sultra Imbau Warga Waspadai Potensi El Nino Moderat Pertengahan 2026
Foto: (Sumber : Ilustrasi cuaca di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (20/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat mewaspadai potensi fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat yang diperkirakan terjadi pada Mei hingga Juli 2026.

Imbauan ini disampaikan berdasarkan hasil pemantauan kondisi iklim yang menunjukkan peluang terjadinya fenomena tersebut cukup tinggi.

Kepala Stasiun Klimatologi Sultra Kusairi mengatakan peluang El Nino terjadi pada periode tersebut berkisar antara 50 hingga 80 persen.

Ia mengungkapkan, "Fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada Mei, Juni, hingga Juli 2026, dengan peluang berkisar antara 50 hingga 80 persen."

Kategori El Nino dan Klarifikasi Istilah

Ia menjelaskan El Nino kategori moderat ditandai dengan anomali suhu permukaan laut antara 1 hingga kurang dari 1,5 derajat Celsius.

Sementara itu, kategori lemah memiliki anomali suhu berkisar 0,5 hingga kurang dari 1 derajat Celsius.

Kusairi juga menegaskan bahwa istilah El Nino Godzilla yang beredar di masyarakat bukan merupakan istilah resmi BMKG.

Ia menyatakan, "BMKG tidak pernah menggunakan istilah El Nino Godzilla. Klasifikasi yang kami gunakan hanya El Nino lemah, moderat, dan kuat."

Imbauan Waspada Informasi dan Dampak Iklim

BMKG meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait fenomena cuaca dan iklim.

Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada kanal resmi BMKG guna mendapatkan informasi yang akurat.

Ia mengatakan, "Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam menerima informasi terkait cuaca dan iklim agar memperoleh data yang akurat."

Informasi tambahan menyebutkan fenomena El Nino berpotensi memengaruhi kondisi cuaca, termasuk meningkatkan risiko musim kemarau lebih kering di sejumlah wilayah.

Penulis :
Ahmad Yusuf