
Pantau - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda memperkuat pengelolaan sumber daya air untuk mengantisipasi ancaman kekeringan di Kalimantan Timur menjelang musim kemarau panjang 2026.
Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan BWS Kalimantan IV Samarinda Riz Anugerah mengatakan langkah tersebut dilakukan menghadapi prediksi kemarau pada Juni hingga Agustus 2026.
Ia menyampaikan, "Kami melakukan berbagai upaya mulai dari pemberdayaan petani hingga pengelolaan infrastruktur air secara ketat guna menghadapi prediksi kemarau panjang pada tahun 2026."
Optimalisasi Infrastruktur dan Sumber Air
Riz menjelaskan durasi kekeringan tahun 2026 diperkirakan lebih panjang dibandingkan 2023 sehingga memerlukan kesiapan ekstra.
BWS mengoptimalkan pengelolaan bendungan besar seperti Bendungan Sepaku Semoi, Lempake, Teritip, dan Manggar sebagai sumber air baku dan irigasi.
Selain itu, pemanfaatan sumber air nonwaduk seperti sumur bor, embung, dan situ juga ditingkatkan untuk menjaga distribusi air ke lahan pertanian.
Sebanyak 44 titik sumur bor dengan kedalaman hingga 100 meter telah disiapkan di sejumlah wilayah.
Kolaborasi dan Teknologi Antisipasi Kekeringan
BWS juga memberdayakan petani melalui Komisi Irigasi untuk mengatur pola tanam dan masa panen agar lebih adaptif terhadap kondisi minim air.
Pemanfaatan teknologi informasi dilakukan untuk menyediakan data prediksi kekeringan yang akurat.
Riz mengatakan, "Kolaborasi lintas sektoral diperkuat dengan melibatkan BMKG, BPBD, serta instansi pertanian guna mempercepat penanganan bencana serta memastikan ketersediaan benih yang tahan terhadap kondisi minim air."
Dalam mendukung operasional, sejumlah alat berat seperti ekskavator, mobil pompa, dan dump truck disiagakan di berbagai daerah.
BWS juga menyarankan PDAM menurunkan pengambilan air hingga 75 persen guna menjaga ketersediaan air hingga akhir tahun.
Sebagai langkah jangka panjang, BWS menekankan pentingnya menjaga kawasan hulu agar tidak beralih fungsi demi menjaga kesinambungan pasokan air.
- Penulis :
- Aditya Yohan






