
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir masih merendam 32 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hingga Senin (20/4) siang akibat hujan deras dan luapan sungai.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, "Banjir disebabkan hujan deras serta meluapnya Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan."
Ia menjelaskan hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (19/4) menyebabkan kenaikan status di sejumlah pos pantau air menjadi Siaga 3, di antaranya Pos Pesanggrahan pada pukul 20.00 WIB, Bendung Katulampa pukul 21.00 WIB, Pos Pantau Depok pukul 22.00 WIB, serta Pos Angke Hulu pukul 23.00 WIB.
Sebaran dan Ketinggian Banjir
Banjir merendam 10 RT di Jakarta Selatan yang tersebar di Kelurahan Pondok Pinang, Pengadegan, Rawajati, dan Pejaten Timur.
Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 40 hingga 120 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.
Sementara di Jakarta Timur, banjir merendam 22 RT yang berada di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Ketinggian air di Jakarta Timur tercatat mulai 30 sentimeter hingga mencapai 175 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.
Upaya Penanganan dan Imbauan
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Yohan menegaskan, "Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat."
Petugas juga melakukan penyedotan air dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik guna mempercepat penanganan banjir.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan dan segera menghubungi layanan darurat 112 yang tersedia selama 24 jam jika membutuhkan bantuan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








