
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas meningkatkan kesiapsiagaan menyusul kenaikan suhu kawah Gunung Slamet yang terpantau dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma menyatakan pemantauan terus dilakukan terhadap aktivitas vulkanik, terutama kenaikan suhu kawah dan indikator lainnya.
"Ia mengungkapkan, "pemantauan terus kami lakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas Gunung Slamet dapat diantisipasi sejak dini.""
Ia menegaskan wilayah Banyumas bagian selatan relatif masih aman, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan.
Kenaikan Suhu Kawah Jadi Perhatian
Berdasarkan pengukuran Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, suhu kawah pada 18 April meningkat dari 461 derajat Celcius menjadi 478 derajat Celcius.
Kenaikan suhu tersebut menjadi perhatian BPBD dan instansi terkait untuk menentukan langkah antisipasi.
Aktivitas Gunung Slamet sebelumnya sempat menurun, tetapi kini kembali menunjukkan tren peningkatan, termasuk suhu kawah.
BPBD Banyumas bersama Badan Geologi serta BPBD dari Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes akan menggelar rapat koordinasi di Purwokerto pada 23 April.
Rapat tersebut bertujuan membahas langkah kesiapsiagaan dan memperkuat mitigasi jika aktivitas gunung terus meningkat.
Wilayah Aman dan Imbauan ke Masyarakat
Secara geografis, wilayah Banyumas di sisi selatan Gunung Slamet dinilai lebih aman dibanding lereng utara.
Wilayah yang paling dekat dengan Gunung Slamet meliputi Kecamatan Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, dan Cilongok sehingga menjadi fokus pemantauan.
Aktivitas wisata di kawasan Baturraden masih dinilai aman karena lokasinya jauh dari kawah puncak.
Masyarakat diminta tidak lengah dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas.
"Ia menambahkan, "masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan harus mematuhi arahan pemerintah.""
Warga juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan mandiri, termasuk memahami jalur evakuasi dan langkah darurat.
BPBD berharap kondisi Gunung Slamet segera stabil agar tidak berdampak luas.
Sebelumnya, pada 4 April 2026, PVMBG memperluas batas aman di sekitar kawah dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer.
Gunung Slamet berstatus Waspada Level II sejak 19 Oktober 2023.
Peningkatan aktivitas ditandai perubahan visual dan data instrumental, termasuk kenaikan suhu kawah dari sekitar 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi 463 derajat Celcius pada 3 April 2026.
Analisis citra termal juga menunjukkan perluasan area anomali panas yang membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah.
- Penulis :
- Arian Mesa








