
Pantau - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail menyampaikan bahwa Kartu Nusuk Haji kini dibagikan lebih awal sebelum pemberangkatan jamaah ke Arab Saudi.
Perubahan Sistem Distribusi Kartu
Ikbal Ismail mengungkapkan, "Perbedaan tahun sebelumnya dengan tahun ini, kalau sekarang dibagikan sebelum diterbangkan. Tahun sebelumnya dibagikan saat tiba di Jeddah."
Kebijakan ini menjadi perubahan dari sistem sebelumnya yang baru membagikan kartu setelah jamaah tiba di Arab Saudi.
Kartu Nusuk Haji merupakan identitas digital resmi berbentuk smart card yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Kartu tersebut berfungsi untuk memverifikasi visa serta memberikan akses jamaah ke Makkah dan Armuzna.
Di dalam kartu tercantum data personal jamaah seperti nama, nomor paspor, dan informasi hotel tempat menginap.
Selain itu, kartu dilengkapi dengan QR code atau chip yang akan dipindai oleh petugas.
Penggunaan QR code atau chip tersebut bertujuan untuk mencegah keberadaan jamaah ilegal.
Ikbal Ismail menegaskan, "Ini lebih memudahkan karena semua sudah diselesaikan di tanah air. Kartu Nusuk Haji ini wajib dibawa selama berhaji karena merupakan identitas bagi setiap jamaah calon haji."
Jumlah Jamaah dan Kloter Embarkasi Makassar
Ikbal Ismail yang juga menjabat sebagai Ketua PPIH Embarkasi Makassar menyatakan optimisme bahwa penyelenggaraan haji tahun ini akan berjalan lancar, aman, dan tertib.
Jumlah kelompok terbang dari Embarkasi Makassar tercatat sebanyak 43 kloter.
Kloter tersebut berasal dari delapan provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Ia menyampaikan, “Jumlah calon haji yang akan diberangkatkan 16.750 orang.”
- Penulis :
- Leon Weldrick








