HOME  ⁄  Nasional

Mardiono Tegaskan Kedaulatan Rakyat dan Kemandirian Pangan Jadi Prioritas Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mardiono Tegaskan Kedaulatan Rakyat dan Kemandirian Pangan Jadi Prioritas Nasional
Foto: (Sumber : Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono. ANTARA/HO-PPP)

Pantau - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat serta mendorong kemandirian ekonomi nasional, khususnya di sektor pangan, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PPP se-Pakuan Raya di Kabupaten Bogor, Selasa.

Tekankan Kedaulatan dan Ekonomi Mandiri

Mardiono menyampaikan bahwa kedaulatan rakyat merupakan esensi negara demokrasi yang harus terus dijaga sesuai amanat UUD 1945.

“Negara kita adalah negara demokrasi, esensinya kedaulatan ada di tangan rakyat. Ini yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional yang harus berpihak pada kemandirian, termasuk dalam sektor pangan yang dinilai strategis.

Menurut dia, pemerintah berkomitmen mengurangi ketergantungan impor, termasuk tidak lagi mengimpor beras sejak 2025.

“Pak Presiden Prabowo menginginkan kedaulatan di tangan rakyat, termasuk dalam ekonomi. Kita tidak boleh terus menjadi importir,” katanya.

Soliditas Kader Jadi Kunci Penguatan Partai

Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan pesan Mardiono agar kader menjaga kondusivitas dan menghindari konflik internal.

“Pak Ketum selalu berpesan, saya selaku pimpinan di Jawa Barat agar menghindari konflik internal dan mengedepankan kolaborasi dalam membangun kekuatan partai,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang bijaksana serta menghindari praktik yang memecah belah dalam dinamika politik.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi Anri Hidayana menyatakan optimisme terhadap masa depan PPP dengan mengandalkan soliditas kader.

“Kita yakin, kalau solid dan kompak, Insya Allah PPP akan naik kelas,” ujarnya.

Muscab PPP se-Pakuan Raya ini melibatkan sejumlah daerah seperti Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai bagian dari konsolidasi partai.

Penulis :
Aditya Yohan