
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan embarkasi haji 2026 telah menerapkan sistem One Stop Service (OSS) guna menjamin pelayanan jamaah sejak awal keberangkatan berjalan optimal dan sesuai standar operasional prosedur.
Penerapan OSS di Seluruh Embarkasi
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Abdul Haris menyatakan sebagian besar embarkasi di Indonesia telah menjalankan sistem OSS pada pemberangkatan kloter pertama.
Ia mengatakan, "Layanan pertama bagi jamaah harus betul-betul terjamin. Sebagian besar embarkasi sudah melaksanakan SOP yang kami tetapkan, yaitu OSS."
Menurutnya, penerapan sistem ini menjadi bagian dari kesiapan pemerintah dalam memberikan layanan terpadu bagi jamaah calon haji.
Pada Rabu, sebanyak 11 embarkasi di Indonesia mulai memberangkatkan kloter perdana menuju Tanah Suci.
Ia mengungkapkan, "Alhamdulillah hari ini dan sebagian tadi malam atau dini hari, kami sudah memulai keberangkatan kloter-kloter perdana di sebagian besar embarkasi yang ada di Indonesia."
Antisipasi Kendala dan Kesiapan di Arab Saudi
Selain layanan di dalam negeri, pemerintah juga mengantisipasi potensi masalah seperti keberangkatan jamaah tanpa visa haji dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menegaskan, "Biasanya keberangkatan haji dibarengi dengan problem, di antaranya jamaah nonvisa haji itu sudah kita antisipasi bersama pemangku kepentingan lain agar tidak terjadi."
Untuk pelayanan di Arab Saudi, pemerintah memastikan kesiapan akomodasi, transportasi, hingga konsumsi bagi jamaah.
Sekitar 100 hotel telah disiapkan di Madinah untuk menampung jamaah asal Indonesia.
Selain itu, seluruh dokumen perjalanan seperti visa dan Kartu Nusuk telah diterima jamaah sejak di embarkasi.
Ia menjelaskan, "Alhamdulillah tahun ini jamaah ketika datang sudah menerima seluruh dokumen yang dibutuhkan mulai dari visa, termasuk Kartu Nusuk."
Pemerintah berharap seluruh rangkaian pemberangkatan hingga kepulangan jamaah berjalan lancar, aman, dan sesuai harapan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








