
Pantau - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta jajarannya fokus menangani enam provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat potensi El Nino pada musim kemarau 2026.
Enam Wilayah Jadi Prioritas
Enam provinsi yang menjadi perhatian utama yakni Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan karena memiliki lahan gambut luas yang rentan terbakar.
Hanif menjelaskan, "Tahun ini El Nino berkategori rendah hingga moderat tetapi terjadi pada musim kemarau sehingga dampaknya diproyeksikan lebih signifikan."
Ia menyebutkan, kondisi curah hujan yang diperkirakan di bawah 100 mm per bulan atau kurang dari 5 mm per hari berpotensi meningkatkan jumlah hari tanpa hujan dan memperbesar risiko karhutla.
Pengawasan Gambut dan Keterlibatan Masyarakat
Pemerintah menekankan pentingnya pemantauan tinggi muka air tanah gambut yang dinilai krusial dalam mencegah kebakaran.
Hanif mengatakan, "Penurunan di bawah 80 cm menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran."
Ia juga menginstruksikan pemetaan detail kondisi air tanah, pemasangan alat pemantau, serta pengawasan ketat di wilayah konsesi perusahaan perkebunan dan kehutanan.
Selain itu, pemerintah mendorong reaktivasi kelompok masyarakat peduli api dan penguatan koordinasi lintas sektor untuk menghadapi potensi kemarau panjang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi dini guna menekan risiko kebakaran yang meningkat akibat fenomena El Nino.
- Penulis :
- Aditya Yohan








