
Pantau - Kementerian Pertahanan memastikan sebanyak 1.773 aparatur sipil negara siap mengikuti pelatihan sebagai calon komponen cadangan yang akan digelar di enam lembaga pendidikan TNI mulai April 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema saat membuka pelatihan dalam upacara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/04/2026).
Pelatihan Gelombang Pertama dan Proses Seleksi
Gabriel menyebut ribuan ASN tersebut merupakan peserta gelombang pertama yang telah melalui berbagai tahapan seleksi sebelum mengikuti pelatihan.
"Kita resmikan untuk pembukaan latihan sejumlah 1.773 calon ASN komcad. Ini baru gelombang pertama," ujarnya.
Ia menjelaskan para peserta telah menjalani tes kesehatan dan tes ideologi sebagai bagian dari proses seleksi.
Setelah dinyatakan lolos, para ASN akan mengikuti pelatihan dasar militer di enam fasilitas TNI, di antaranya Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmari 1 Marinir Cilandak.
Materi Pelatihan dan Target Nasionalisme
Pelatihan komponen cadangan tersebut akan berlangsung selama satu setengah bulan sebelum para peserta dilantik pada Juni 2026.
Selama pelatihan, peserta akan menerima berbagai materi dasar militer mulai dari kemampuan menembak hingga penguatan jiwa nasionalisme.
Gabriel berharap program ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme ASN dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Dengan pelatihan tersebut, pemerintah menargetkan ASN mampu memberikan kinerja yang lebih optimal dalam mendukung tugas-tugas negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






