HOME  ⁄  Nasional

Mendagri Tito Karnavian Ingatkan Korupsi dan Pemborosan Bisa Hancurkan Kepercayaan Publik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendagri Tito Karnavian Ingatkan Korupsi dan Pemborosan Bisa Hancurkan Kepercayaan Publik
Foto: (Sumber : Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Rapat tersebut membahas persiapan pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni pemukiman di wilayah Papua serta peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di wilayah Papua dan program khusus 2.200 rumah di Papua Pegunungan. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. (ANTARA FOTO/FAUZAN).)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah agar menjaga integritas dan efisiensi karena praktik korupsi dan pemborosan anggaran dapat merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Tolonglah teman-teman kepala daerah, ini menjaga betul diri masing-masing, membuat kebijakan juga. Karena terutama dari kasus korupsi dan kasus inefisiensi. Dua ini, korupsi sama inefisiensi, pemborosan," kata Tito.

Pernyataan itu disampaikan Tito dalam forum APEKSI di Jakarta, Rabu, sebagai respons atas masih adanya kasus korupsi dan penggunaan anggaran yang tidak efisien di daerah.

Dampak Korupsi Meluas ke Citra Pemerintah Daerah

Tito menjelaskan persepsi publik sangat dipengaruhi pemberitaan media, terutama ketika terjadi operasi tangkap tangan oleh KPK atau kasus pemborosan anggaran yang viral.

Ia menegaskan dampak kasus tersebut tidak hanya dirasakan individu kepala daerah, tetapi juga dapat mencoreng citra seluruh pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi memengaruhi hubungan kepercayaan antara pemerintah daerah dan pusat, termasuk dalam proses pengajuan anggaran seperti DAU, DAK, dan DBH.

Dorong Narasi Positif dan Transparansi

Mendagri juga mengapresiasi banyak kepala daerah yang telah bekerja dengan baik dan menghadirkan inovasi, namun capaian tersebut kerap tertutupi oleh informasi negatif.

Ia mendorong asosiasi kepala daerah untuk aktif membangun narasi positif dengan mempublikasikan kinerja dan inovasi secara berkelanjutan.

"Nah, oleh karena itu, ini masalah persepsi, di samping kita memperbaiki tentunya. Memperbaiki untuk betul-betul hati-hati terhadap praktik koruptif," ujarnya.

Selain itu, Tito menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf