HOME  ⁄  Nasional

Pembangunan Batalyon Teritorial di Bangka Tengah Segera Dimulai untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pembangunan Batalyon Teritorial di Bangka Tengah Segera Dimulai untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Foto: Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis di Bangka Tengah, Rabu 22/4/2026 (sumber: ANTARA/Ahmadi)

Pantau - Tentara Nasional Indonesia akan segera membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, guna memperkuat kedaulatan negara dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis menyampaikan rencana tersebut saat meninjau langsung lokasi pembangunan bersama jajaran pejabat utama Kodam.

Ia mengungkapkan, "Kami sudah mendapatkan hibah lahan seluas 50 hektare di lokasi yang sangat strategis dan dalam waktu dekat, setelah ada alokasi anggaran dari Kementerian Pertahanan, pembangunan akan segera dimulai."

Kesiapan Lahan dan Lokasi Strategis

Bangka Tengah dipilih sebagai lokasi pembangunan karena dinilai paling siap dibanding wilayah lain dari sisi status dan luas lahan.

Lahan seluas 50 hektare yang telah dihibahkan memiliki status clear and clean tanpa kendala hukum maupun sengketa.

Ujang menegaskan, "Lahan yang disediakan pemerintah daerah sudah sangat siap, tidak ada kendala dan statusnya sudah jelas (clean and clear)."

Secara geografis, lokasi tersebut dinilai mendukung karena dekat dengan permukiman warga serta memiliki akses jalan beraspal dan jaringan listrik yang memadai.

Ia juga menyatakan, "Saya sengaja datang bersama para pejabat utama Kodam agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan. Secara keseluruhan, lokasi ini sudah sangat layak untuk dibangun."

Dukungan Pemerintah Daerah dan Dampak Ekonomi

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyatakan bahwa lahan yang disiapkan telah memenuhi seluruh aspek administratif dan tidak dalam sengketa.

Sebagian lahan sebelumnya digunakan masyarakat untuk perkebunan sawit, namun telah diikhlaskan tanpa kompensasi.

Ia mengatakan, "Ada lahan yang sudah ditanami sawit, namun masyarakat telah memahami dan mengikhlaskan tanpa kompensasi."

Pemerintah daerah berharap pembangunan batalyon segera terealisasi untuk memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Selain itu, proyek ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

Algafry menambahkan, “Keberadaan Batalyon TP dapat memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan berbasis wilayah.”

Penulis :
Shila Glorya