
Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) menjadi wadah melahirkan rekomendasi dan gagasan untuk merumuskan arah pembangunan Papua yang maju, berkeadilan, serta tetap menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Ribka menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Konferensi APS ketiga yang berlangsung di Jayapura, Papua, pada Jumat (29/5), sebagai forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan pembangunan Papua.
"Pada Jumat (29/5), saya menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis ketiga. Forum ini memiliki peran penting sebagai wadah refleksi dan diskusi untuk memperkuat arah pembangunan Papua yang berkeadilan dan berpihak kepada Orang Asli Papua," ungkap Ribka.
APS Jadi Ruang Refleksi dan Diskusi Pembangunan
Menurut Ribka, konferensi yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya berfungsi sebagai forum akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif untuk membahas berbagai tantangan dan harapan pembangunan di Tanah Papua.
"Konferensi ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga ruang refleksi kolektif untuk mendiskusikan secara terbuka dan mendalam harapan pembangunan Papua yang bermartabat, berkeadilan, dan berpihak kepada Orang Asli Papua," ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan Papua merupakan bagian penting dari agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045 sehingga membutuhkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Modernisasi Harus Sejalan dengan Pelestarian Budaya
Ribka menekankan bahwa kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan identitas masyarakat Papua.
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di berbagai wilayah Papua.
"Pembangunan yang berkelanjutan harus melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah Papua," katanya.
Ribka berharap Konferensi APS mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
"Kami ingin Papua maju dan modern, tetapi tetap menjaga identitas, nilai, dan jati diri masyarakatnya. Karena itu, forum seperti APS sangat penting dalam merumuskan masa depan Papua," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





