HOME  ⁄  Nasional

Bakamla Perkuat Keamanan Laut Lewat Tiga Jenis Patroli dan Kolaborasi Regional ASEAN

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bakamla Perkuat Keamanan Laut Lewat Tiga Jenis Patroli dan Kolaborasi Regional ASEAN
Foto: Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah saat wawancara cegat bersama awak media di Batam, Kepri, Kamis 23/4/2026 (sumber: ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menjalankan tiga jenis patroli untuk menjaga keamanan dan keselamatan laut sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bakamla RI Irvansyah di Batam, Kepulauan Riau.

Ia mengungkapkan, "Selama ini kami melaksanakan tiga jenis patroli. Pertama patroli mandiri yang dilakukan sepanjang tahun. Kedua patroli bersama dengan instansi dalam negeri seperti TNI AL, Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Polri, Bea Cukai hingga Imigrasi."

Jenis Patroli dan Kolaborasi Dalam Negeri

Tiga jenis patroli yang dilakukan Bakamla meliputi patroli mandiri sepanjang tahun, patroli bersama instansi dalam negeri, serta patroli bersama negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Patroli bersama dalam negeri melibatkan TNI AL, KPLP, Polri, Bea Cukai, dan Imigrasi.

Kegiatan patroli tersebut dilakukan rutin setiap tahun di seluruh zona barat, tengah, dan timur.

Ia menambahkan, "Karena kita sadar masing-masing instansi tidak bisa bekerja sendiri. Jumlah aset patroli juga terbatas sehingga kolaborasi menjadi kunci."

Kerja Sama ASEAN dan Pemanfaatan Teknologi

Kerja sama patroli internasional dilakukan dengan melibatkan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam.

Kolaborasi tersebut diperkuat melalui forum ASEAN Coast Guard Forum yang diinisiasi Bakamla RI sejak 2022 untuk menyatukan coast guard negara ASEAN dalam menjaga keamanan laut.

Ia menjelaskan, "Forum ini sudah berjalan dari 2022 dengan Bakamla RI sebagai inisiator. Kita ingin seluruh negara ASEAN kompak dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut, karena laut tidak bisa dijaga sendiri-sendiri."

Pertemuan forum dilakukan secara berkala termasuk briefing bulanan untuk koordinasi dan berbagi informasi.

Bakamla juga menyatakan kesiapan mendukung operasi pertahanan bersama TNI dan Kementerian Pertahanan jika diperlukan.

Ia menegaskan, "Kami harus siap setiap saat. Situasi bisa berubah cepat, dan kita tidak boleh kaget saat kondisi sudah kritis."

Saat ini Bakamla memiliki sekitar 10 kapal patroli yang tersebar di tiga zona dengan wilayah barat mencakup perairan strategis seperti Natuna, Selat Malaka, dan Aceh.

Untuk optimalisasi pengawasan, Bakamla memanfaatkan teknologi seperti drone, satelit, dan radar laut.

Ia menambahkan, "Kita juga lakukan efisiensi dengan teknologi dan melibatkan masyarakat sebagai relawan. Semua ini untuk memastikan keamanan laut."

Bakamla turut melibatkan masyarakat melalui program relawan penjaga laut (Rapala) sebagai bagian dari penguatan pengawasan.

Penulis :
Arian Mesa