HOME  ⁄  Nasional

Kodam XVII/Cenderawasih Mengecam Dugaan Kekerasan terhadap Dua Warga Sipil di Yahukimo

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kodam XVII/Cenderawasih Mengecam Dugaan Kekerasan terhadap Dua Warga Sipil di Yahukimo
Foto: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto saat memberikan arahan dalam satu kesempatan (sumber: Dok Pendam XVII/Cenderawasih)

Pantau - Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih mengecam dugaan tindakan kekerasan terhadap dua warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (22/7).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan kecaman keras atas dugaan aksi kekerasan yang menimpa dua warga sipil.

Tri mengungkapkan, "Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras kekejaman KKB terhadap warga sipil tak bersenjata. Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun."

Kodam Sampaikan Belasungkawa

Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan turut berduka atas kehilangan yang dialami.

Tri mengatakan, "Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses evakuasi yang dilakukan aparat gabungan dapat berjalan lancar sehingga korban segera dapat diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak."

Kodam XVII/Cenderawasih berharap proses evakuasi korban dapat berlangsung dengan aman dan lancar hingga seluruh tahapan penanganan selesai.

Aparat Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan di lingkungan sekitar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

Tri mengungkapkan, "Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, kedua korban diduga merupakan pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan Seli Wenda, keduanya merupakan orang asli Papua (OAP)."

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, kedua korban diduga merupakan pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan Seli Wenda.

Kedua korban diketahui merupakan orang asli Papua (OAP).

Penulis :
Shila Glorya