HOME  ⁄  Nasional

Pakar Nilai Kerja Sama Militer Indonesia dan Korea Selatan Beri Banyak Keuntungan Strategis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar Nilai Kerja Sama Militer Indonesia dan Korea Selatan Beri Banyak Keuntungan Strategis
Foto: (Sumber : Kolonel Pnb Mohammad Sugiyanto dengan callsign “Mammoth” (kursi depan) saat menerbangkan KF-21 Boramae di Korea Selatan, Selasa (30/9/2025). ANTARA/HO-Humas TNI AU..)

Pantau - Pakar pertahanan dari Binus University Curie Maharani menilai Indonesia akan memperoleh banyak keuntungan dari kerja sama militer dengan Korea Selatan, terutama dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) yang membahas kemitraan strategis kedua negara pada 2026.

Akses Teknologi dan Penguatan Industri Pertahanan

“Meski Indonesia dan Korsel sama-sama bukan negara inovator teknologi pertahanan, Korsel bernilai strategis bagi Indonesia sebagai penyuplai, pemandu utama, dan kolaborator norma,” ungkap Curie.

Ia menjelaskan kerja sama ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengakses teknologi standar Barat melalui Korea Selatan.

"Dengan demikian, Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kualitas teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) berikut SDM-nya," ujarnya.

Selain itu, Korea Selatan sebagai pemain besar industri pertahanan global dinilai membutuhkan rantai pasok yang dapat diisi oleh Indonesia.

Pengembangan AI dan Proyek KF-21

Curie menambahkan kedua negara juga dapat memperkuat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor pertahanan.

‘’Indonesia perlu menyusun strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi kemitraan dengan Korsel tersebut,’’ paparnya.

Ia menyoroti proyek pesawat tempur KF-21 Boramae sebagai kerja sama strategis yang berkontribusi pada kemandirian industri pertahanan Indonesia.

“Pengembangan KF-21 tetap strategis meski mungkin manfaat yang akan didapat tidak sama seperti yang diperhitungkan di awal," kata dia.

"Harapannya, penambahan mitra baru dalam pengembangan versi lanjutan KF-21 akan mengurangi cost share dan risiko kegagalan yang ditanggung kedua negara,” lanjutnya.

Sebagai informasi tambahan, kerja sama ini dinilai tetap prospektif dalam mendorong peningkatan teknologi alutsista dan kapasitas pertahanan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf