
Pantau - Akademisi menilai sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menghormati Jusuf Kalla (JK) sebagai senior dan mentor menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik di tengah dinamika politik nasional.
Dinilai Mampu Redam Tensi Politik
Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia Ari Junaedi mengapresiasi pernyataan Gibran yang tetap santun dan tidak terpancing situasi.
"Gibran tidak terpancing dengan pancingan pertanyaan media yang jika ditanggapi dengan emosi justru akan memperuncing suasana politik nasional menjadi semakin panas. Dalam hal ini, Gibran sudah belajar banyak mengenai pola komunikasi yang benar," kata Ari.
Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meredam tensi politik yang tengah meningkat di tengah berbagai isu nasional.
Menurut Ari, komunikasi yang ditunjukkan Gibran juga berkaitan dengan teori komunikasi politik untuk mengelola opini publik dan meredakan persepsi negatif.
Pernyataan Gibran Soal JK Jadi Sorotan
Sikap Gibran muncul di tengah sorotan publik terhadap pernyataan Jusuf Kalla terkait peran dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Dalam keterangannya di Papua Barat Daya, Gibran menyebut JK sebagai figur penting yang dihormatinya.
"Pak JK itu senior saya. Pak JK itu mentor juga. Beliau sudah sangat berpengalaman. Beliau banyak kiprah dan kontribusinya untuk negeri ini, terutama di daerah-daerah konflik," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan oleh JK.
"Jadi, beliau (JK) itu adalah teladan untuk kita semua dan ya, saya sangat berterima kasih sekali untuk masukan-masukan dan juga evaluasi dari Pak JK," ungkapnya.
Bahkan, Gibran secara tegas menyebut JK sebagai sosok panutan.
"Pak JK itu idola saya," katanya.
Pernyataan tersebut dinilai publik sebagai sikap yang menenangkan di tengah perdebatan politik yang berkembang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







