HOME  ⁄  Nasional

Huntara Bikin Penyintas Tersenyum, Tito Pastikan Bantuan dan Huntap Segera Dipercepat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Huntara Bikin Penyintas Tersenyum, Tito Pastikan Bantuan dan Huntap Segera Dipercepat
Foto: (Sumber : Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) Sumatera Muhammad Tito Karnavian bertemu dengan penyintas bencana di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (ANTARA/HO-Satgas PRR).)

Pantau - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menyatakan hunian sementara (huntara) telah mengembalikan senyum para penyintas bencana di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Ia menyebut kondisi warga kini jauh membaik dibanding dua bulan lalu setelah fasilitas huntara rampung dibangun lengkap dengan sarana pendukung.

Huntara Ubah Kondisi Penyintas

Tito mengungkapkan perubahan signifikan terlihat dari kondisi psikologis dan kehidupan sehari-hari warga yang sebelumnya tinggal di tenda darurat.

"Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak melihat yang seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lalu datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa," ungkapnya.

Huntara tersebut dilengkapi fasilitas sanitasi, tempat bermain anak, fasilitas olahraga, aula, dan masjid untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Bantuan dan Huntap Dipercepat

Pemerintah juga menyiapkan berbagai bantuan bagi penyintas, mulai dari jaminan hidup sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan isi hunian Rp3 juta, hingga bantuan ekonomi Rp5 juta per kepala keluarga.

Tito menegaskan pentingnya percepatan pendataan penerima hunian tetap (huntap) baik model in-situ maupun komunal.

"Jadi saya memerlukan data itu secepat mungkin. Nanti tolong didatangi, apa pilihan dari warga-warga," ujarnya.

Salah satu penyintas, Kartini, mengaku kondisi hidupnya bersama dua anak kini jauh lebih baik setelah tinggal di huntara.

"Saya cuma mau mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan huntara. Jujur sangat meredakan kami ketimbang waktu di tenda," ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan huntap segera direalisasikan agar penyintas dapat kembali menjalani kehidupan secara permanen.

Penulis :
Ahmad Yusuf