HOME  ⁄  Nasional

Rotasi Dirjen Kemenkeu Disorot, Purbaya Tegaskan Bukan Karena Konflik Internal

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rotasi Dirjen Kemenkeu Disorot, Purbaya Tegaskan Bukan Karena Konflik Internal
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di Jakarta, Jumat 24/4/2026 (sumber: ANTARA/Bayu Saputra)

Pantau - Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencopotan dua direktur jenderal di Kementerian Keuangan merupakan bagian dari rotasi jabatan rutin yang biasa dilakukan dalam organisasi.

Rotasi Jabatan dan Isu Konflik Internal

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak terkait hal luar biasa dan merupakan siklus yang lazim dalam manajemen birokrasi.

Ia mengatakan, "Itu hanya proses biasa, berapa tahun diputar. Jadi, nggak ada yang istimewa dari itu."

Dua pejabat yang dicopot dalam rotasi tersebut adalah Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman.

Saat ditanya mengenai kemungkinan konflik internal, Purbaya mengakui adanya sedikit pengaruh namun bukan faktor utama dalam keputusan tersebut.

"Iya dan tidak. Iya, ada sedikit (pengaruh konflik internal), tapi nggak itu saja. Ada yang lain-lain," ungkapnya.

Bantahan Misinformasi dan Langkah Pembenahan

Purbaya juga menyoroti beredarnya isu yang dinilai sebagai misinformasi terkait kondisi Kementerian Keuangan.

Isu tersebut mencakup kabar bahwa kas negara hanya cukup untuk beberapa minggu serta Saldo Anggaran Lebih yang disebut tinggal Rp120 triliun.

Selain itu, muncul pula keraguan terhadap kemampuannya dalam berinteraksi dengan investor.

Ia menegaskan bahwa langkah pembenahan organisasi tengah dilakukan untuk menjaga kredibilitas pemerintah.

"Kalau (masalahnya) perbedaan pendapat, nggak apa-apa. Perbedaan pendapat boleh di Kementerian Keuangan. Cuma ketika ada misinformasi seperti itu, itu kan meruntuhkan legacy pemerintah juga," ujarnya.

Untuk mengisi posisi yang kosong, pemerintah menunjuk pelaksana harian, yakni Ferry Ardianto sebagai pelaksana harian DJSEF dan Sudarto sebagai pelaksana harian Dirjen Anggaran.

Purbaya juga menyampaikan bahwa proses seleksi kandidat untuk posisi strategis eselon I akan dilakukan dan hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mulai Mei 2026.

Penulis :
Arian Mesa