HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Agam Siapkan Lahan Alternatif untuk Hunian Tetap Korban Bencana, Masih Kekurangan 3,5 Hektare

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemkab Agam Siapkan Lahan Alternatif untuk Hunian Tetap Korban Bencana, Masih Kekurangan 3,5 Hektare
Foto: Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam Rinaldi (sumber: ANTARA/Yusrizal)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyiapkan lahan alternatif untuk pembangunan hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi akhir 2025, dengan kebutuhan lahan masih kurang 3,5 hektare dari total 10 hektare yang dibutuhkan.

Upaya Pemenuhan Kekurangan Lahan

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam, Rinaldi, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mencari tambahan lahan guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Ia mengungkapkan, "Lahan alternatif seluas 3,5 hektare itu sedang kita carikan."

Rinaldi menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua lokasi alternatif yang sedang dipertimbangkan, yakni kawasan hunian sementara Kayu Pasak di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, serta bekas lahan Hak Guna Usaha PT Inang Sari di Kecamatan Lubuk Basung.

Setelah lokasi ditetapkan, pemerintah daerah akan melanjutkan proses pengadaan lahan untuk memenuhi kekurangan yang ada.

Ia menegaskan, "Kita berusaha semaksimal mungkin agar kekurangan tersebut bisa dicukupi."

Tiga Lokasi Siap Dibangun

Dari total kebutuhan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan 699 unit rumah bagi korban yang memilih relokasi kolektif, saat ini baru tersedia 6,5 hektare yang tersebar di tiga lokasi.

Lokasi pertama berada di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dengan luas efektif 4,5 hektare.

Lokasi kedua berada di Balai Benih Ikan Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan dengan luas 1,1 hektare.

Lokasi ketiga berada di Padang Tarok, Nagari Selareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan dengan luas satu hektare.

Rinaldi menegaskan, “Tiga lokasi ini sudah siap dibangun hunian tetap bagi korban bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir.”

Penulis :
Arian Mesa