
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) berharap tidak ada lagi kasus keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menekankan pentingnya pelaksanaan program yang lebih tertib melalui penguatan bimbingan teknis.
"Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional turut andil dalam memberikan bimbingan teknis kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), kepada SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), sehingga diharapkan program makan bergizi gratis ini ke depan dapat lebih tertib kemudian tanpa adanya lagi isu kaitan dengan keracunan," ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kementerian Pertanian dan Bapanas berperan sebagai penyedia utama bahan pangan dalam program ini.
Bahan pangan yang disiapkan meliputi beras, jagung, kedelai, telur ayam, daging ayam, daging sapi, daging kerbau, cabai, bawang, gula, dan garam.
Sebanyak 11 komoditas bahan pokok penting dilaporkan berada dalam kondisi surplus.
Program ini juga mendorong pemanfaatan pangan lokal serta pemangkasan rantai distribusi.
Pemerintah menghubungkan petani langsung dengan penyedia makanan untuk menekan harga dan menjaga kualitas.
Koperasi Desa Merah Putih dilibatkan sebagai penghubung antara produsen dan dapur program.
Aspek keamanan dan mutu pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.
Bapanas menyiapkan laboratorium mobil untuk menguji bahan pangan di setiap lokasi layanan.
Pemerintah juga memberikan edukasi terkait sanitasi, higiene, serta pengelolaan sisa makanan.
Sisa makanan akan dimanfaatkan kembali menjadi pakan ternak atau pupuk organik.
"Keberhasilan program MBG ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kontribusi kita semua, karena kita tahu bahwa tanpa kolaborasi yang kuat, tujuan program MBG tentu akan sulit dicapai," jelasnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







