HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prediksi Hujan Guyur Kota Besar, Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi El Nino

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Prediksi Hujan Guyur Kota Besar, Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi El Nino
Foto: (Sumber : Arsip foto - Awan hitam menyelimuti langit di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/3/2023). ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/pri..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang pada Senin (27/4/2026).

Sebaran Hujan di Berbagai Wilayah

Prakirawan BMKG Bintari menyampaikan wilayah Sumatera seperti Aceh, Medan, Padang, hingga Palembang diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara Jambi dan Bandar Lampung berawan.

Ia mengatakan, "Untuk Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di kota-kota besar seperti di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara Surabaya berpotensi hujan lebat disertai petir".

Wilayah Bali dan Mataram diprakirakan mengalami hujan ringan, sedangkan Kupang berawan tebal.

Di Kalimantan, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Samarinda, Palangkaraya, dan Pontianak, sementara Tanjung Selor dan Banjarmasin perlu mewaspadai hujan disertai petir.

Sulawesi diprediksi berawan di Manado dan Kendari, serta hujan ringan hingga sedang di Makassar, Mamuju, Gorontalo, dan Palu.

Sementara di Indonesia timur, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Ternate, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke, sedangkan Sorong berpotensi hujan lebat disertai petir.

BMKG Ingatkan Potensi El Nino

BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan kondisi iklim global saat ini masih netral dengan indeks ENSO sekitar +0,28.

Ia mengungkapkan, "Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering".

BMKG memproyeksikan pada semester kedua 2026 kondisi dapat berkembang menuju El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50 hingga 80 persen.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BMKG merekomendasikan penguatan manajemen air, operasi modifikasi cuaca, serta efisiensi penggunaan energi dan air.

Penulis :
Ahmad Yusuf