
Pantau - RS Polri Kramat Jati meminta keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur untuk melapor ke posko Disaster Victim Identification (DVI) guna membantu proses identifikasi korban yang hingga kini masih berlangsung.
Posko DVI dan Proses Identifikasi Korban
Kepala Biro Kedokteran Polisi Pusdokkes Polri Nyoman Eddy mengatakan pihaknya telah menyiapkan posko khusus untuk pengumpulan data ante mortem dari keluarga korban.
"Kami sudah siapkan posko untuk keluarga korban. Di sana akan dilakukan pengumpulan data sebelum kematian (ante mortem) untuk kepentingan identifikasi," ungkapnya.
Ia menjelaskan posko tersebut bertujuan membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarganya pascakecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
"Kami fasilitasi keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya pascakecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam," ujarnya.
Data ante mortem yang dikumpulkan meliputi informasi medis, ciri fisik, serta barang pribadi korban yang nantinya akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan post mortem terhadap jenazah.
Jumlah Korban dan Penanganan di Lapangan
Hingga saat ini, sebanyak 10 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan seluruhnya masih dalam tahap pemeriksaan.
"Seluruh kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan. Identitas korban belum diketahui dan akan kami pastikan melalui proses rekonsiliasi data," jelas Nyoman.
Tim gabungan masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk memastikan jumlah korban secara akurat sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia melaporkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang berdasarkan pembaruan terakhir yang disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.
Korban luka tidak dirawat di RS Polri, melainkan telah ditangani di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
"Untuk korban luka, semuanya ditangani di rumah sakit sekitar Bekasi," katanya.
Sebanyak 84 korban luka dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan dan hingga kini belum ada jenazah yang diambil keluarga karena masih menunggu proses identifikasi selesai.
- Penulis :
- Arian Mesa







