
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah mempercepat pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah guna meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga miskin.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Menuju Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan yang menyoroti perkembangan program prioritas nasional tersebut.
Progres Pembangunan dan Target Operasional
Saifullah Yusuf mengungkapkan saat ini terdapat 93 gedung Sekolah Rakyat yang sedang dalam proses pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
"Sudah ada 93 gedung Sekolah Rakyat dalam proses pembangunan. Sekitar 69 persen akan tuntas pada bulan Juli untuk kita jadikan proses pembelajaran pertama, sementara 24 persen insya Allah fungsional," ungkapnya.
Pembangunan gedung permanen beserta sarana dan prasarana dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia dengan kapasitas hingga 1.000 siswa per lokasi.
Sekolah Rakyat dirancang mencakup jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA dengan sistem pembelajaran terpadu.
Kondisi Sementara dan Capaian Program
Ia menjelaskan saat ini sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat masih menggunakan gedung sementara milik pemerintah pusat maupun daerah.
"Sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat itu masih menggunakan gedung sementara milik pemerintah, milik Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja, Dikdasmen, juga milik pemerintah daerah," ujarnya.
Saat ini tercatat sebanyak 15.820 siswa dari keluarga miskin telah mengikuti pembelajaran di 166 lokasi yang tersebar di 34 provinsi.
Setelah pembangunan gedung permanen selesai, pemerintah menargetkan penerimaan 32.000 siswa baru sehingga total siswa Sekolah Rakyat mencapai lebih dari 45.000 pada tahun ini.
Program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto ini menerapkan konsep pendidikan holistik dengan sistem asrama dan fasilitas lengkap selama 24 jam.
Program tersebut juga dilaporkan telah menghasilkan berbagai prestasi di tingkat nasional hingga daerah sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas.
- Penulis :
- Shila Glorya





