
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api di Bekasi akan menjalani asesmen menyeluruh guna mendapatkan program pemberdayaan sosial sesuai kebutuhan masing-masing.
Asesmen untuk Bantuan Tepat Sasaran
Saifullah menegaskan asesmen dilakukan terhadap korban meninggal dunia maupun luka-luka sebagai dasar pemberian bantuan yang tepat.
"Semuanya akan kita lakukan asesmen dan akan kita berikan dukungan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga kan berbeda-beda," kata Saifullah.
Insiden kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan KRL relasi Kampung Bandan–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
Bantuan Awal hingga Pemberdayaan Ekonomi
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan awal berupa Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), termasuk sembako, santunan uang tunai, dan dukungan psikososial bagi keluarga korban.
Saifullah menyebut pemerintah juga akan fokus pada pemberdayaan ekonomi jangka panjang bagi ahli waris korban.
"Beliau memiliki usaha warung kecil-kecilan yang selama ini menghidupi keluarga. Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga, maka akan kami dampingi agar usaha tersebut bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu naik kelas," ujarnya.
Ia menambahkan kehadiran negara merupakan arahan langsung Presiden untuk memastikan keluarga korban tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





