
Pantau - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) akan mengembangkan proyek percontohan toko bahan baku halal di Bengkulu, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur guna memperkuat rantai pasok halal bagi pelaku UMKM.
Penguatan Rantai Pasok Halal
Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati menyampaikan proyek ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor hulu dalam ekosistem halal.
“Ke depan, ini akan terus dikembangkan. Khusus untuk pilot project yang diharapkan menjadi percontohan, akan dibangun di tiga provinsi, yaitu Bengkulu, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, toko bahan baku halal menjadi titik penting karena memastikan bahan yang digunakan pelaku usaha telah terjamin kehalalannya sejak awal.
“Toko bahan baku ini adalah salah satu mata rantai penting. Bisa berbentuk toko daging, toko bahan kue, bahkan koperasi, yang menjamin bahwa dari produsen hingga ke UMKM, kehalalannya terjaga,” ungkapnya.
Kolaborasi dan Kemudahan Sertifikasi
LPPOM menegaskan pengembangan proyek ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat menjadi model yang bisa direplikasi di berbagai daerah.
Melalui toko bersertifikasi halal, pelaku UMKM tidak perlu lagi menelusuri asal-usul bahan secara panjang karena jaminan halal sudah tersedia di tingkat pemasok.
“UMKM harus merasa yakin ketika membeli bahan, misalnya daging, bahwa itu sudah dijamin halal. Bahkan jika membutuhkan sertifikat halal, toko tersebut dapat menyediakannya,” kata Muti.
Selain itu, standar operasional toko juga akan diperketat, termasuk penggunaan alat yang bebas dari kontaminasi bahan non-halal serta kepastian bahan pendukung yang digunakan.
Inisiatif ini diharapkan mempercepat proses sertifikasi halal produk UMKM sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang beredar di pasaran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





