
Pantau - Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan tambahan biaya hidup sebesar Rp1,152 miliar kepada 768 calon haji guna mendukung kelancaran ibadah haji 2026.
Bantuan untuk Ringankan Kebutuhan Jamaah
Gubernur Maluku Utara Syerly Tjoanda Laos mengatakan bantuan tersebut diberikan di sela pelepasan jamaah Kloter 13 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis.
"Tambahan living cost untuk 768 calon haji tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah haji," ujarnya.
Ia menjelaskan bantuan itu merupakan tambahan di luar biaya hidup yang telah diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah sebagai bentuk komitmen pelayanan pemerintah daerah.
Gubernur juga mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang memiliki makna mendalam bagi setiap jamaah.
“Saya titipkan seluruh jamaah calon haji Maluku Utara kepada bapak dan ibu pendamping agar bisa didampingi dengan baik. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan batin menuju kedekatan dengan Tuhan,” ungkapnya.
Pastikan Pelayanan dan Fasilitas Optimal
Syerly menegaskan pelayanan jamaah bukan hanya tanggung jawab administratif, tetapi juga kemanusiaan, sehingga seluruh aspek harus dipastikan berjalan baik.
Ia menyebut kehadirannya langsung di asrama haji bertujuan memastikan kesiapan fasilitas, mulai dari kesehatan, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.
Selain itu, ia menilai pengalaman wakil gubernur di bidang penyelenggaraan haji turut mendukung peningkatan kualitas layanan bagi jamaah.
Gubernur juga berharap doa para jamaah di Tanah Suci dapat membawa kebaikan bagi daerah Maluku Utara.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





