HOME  ⁄  Nasional

Target Akad Akhir 2026, Proyek Rusun Subsidi Meikarta Dikebut Pemerintah dan Swasta

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Target Akad Akhir 2026, Proyek Rusun Subsidi Meikarta Dikebut Pemerintah dan Swasta
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi keterangan ketika dijumpai di sela-sela Kongres PIKI, Jakarta, Kamis 30/4/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menargetkan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, dapat memasuki tahap akad penjualan pada akhir tahun 2026.

Ia mengungkapkan pembangunan proyek tersebut telah memasuki tahap awal berupa peletakan batu pertama dan pembersihan lahan.

"Kami sudah ground breaking, sudah land clearing, mudah-mudahan kita bisa melakukan akad penjualan kepada rakyat di akhir tahun ini," ungkapnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Maruarar menjelaskan lahan proyek rusun subsidi tersebut merupakan hibah dari Lippo Group kepada pemerintah.

"Jadi, negara mendapatkan tanah. Nah, yang membangun adalah Danantara," ia mengungkapkan.

Pembangunan hunian vertikal itu dilakukan oleh BPI Danantara sebagai bagian dari kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta.

Ia menilai proyek ini menjadi contoh nyata kolaborasi dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat.

Target 141.000 Unit Hunian Vertikal

Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 141.000 unit hunian vertikal secara bertahap di wilayah Kabupaten Bekasi.

Program tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah penyangga ibu kota.

Pengamat Muhammad Qodari menilai hunian vertikal menjadi solusi atas keterbatasan lahan di kawasan tersebut.

Ia memastikan lokasi proyek telah memenuhi syarat administratif dan teknis sehingga pembangunan dapat berjalan lancar.

Qodari juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak seperti Lippo Group, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Danantara Indonesia dalam proyek ini.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut penting untuk mendukung percepatan program perumahan nasional.

Program ini merupakan bagian dari target pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah berharap sinergi dengan sektor swasta dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau.

Penulis :
Leon Weldrick