
Pantau - Badan Narkotika Nasional menegaskan Indonesia dan Malaysia memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan dari peredaran narkotika dalam pertemuan bilateral dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Malaysia.
Pertemuan tersebut melibatkan Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Pengarah JSJN Malaysia Hussein Omar Khan yang menjadi pertemuan pertama sejak keduanya menjabat.
Kegiatan ini berlangsung di sela agenda Colombo Plan Drug Advisory Programme sebagai momentum memperkuat sinergi menghadapi kejahatan narkotika transnasional.
Suyudi Ario Seto menyatakan narkotika merupakan kejahatan lintas negara yang membutuhkan kerja sama erat antarnegara.
Ia mengungkapkan, "Penguatan koordinasi, pertukaran informasi secara cepat, serta peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, bandara, dan pelabuhan menjadi langkah penting dalam penanganan bersama."
Ancaman Modus Baru dan Jalur Peredaran
BNN menyoroti perkembangan modus operandi sindikat narkotika yang semakin kompleks di tingkat global.
Tercatat lebih dari 1.400 jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances beredar di dunia.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan etomidate yang ditemukan dalam bentuk rokok elektrik atau vape.
Kasus tersebut terungkap melalui temuan laboratorium gelap di Bali yang menunjukkan inovasi baru dalam distribusi narkotika.
Selain itu, jalur Golden Triangle masih menjadi rute utama masuknya narkotika ke Indonesia.
Malaysia disebut berperan sebagai salah satu negara transit dalam jaringan peredaran narkotika regional.
Penguatan Kerja Sama Penegakan Hukum
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kerja sama pelacakan jaringan melalui back tracking dan penelusuran aliran keuangan melalui financial tracking.
Kerja sama juga mencakup pemanfaatan Mutual Legal Assistance untuk penyitaan aset hasil kejahatan narkotika.
Indonesia dan Malaysia sepakat membuka jalur komunikasi yang lebih responsif dan berkelanjutan guna mempercepat koordinasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penegakan hukum serta memutus rantai peredaran narkotika di kawasan.
- Penulis :
- Shila Glorya





