HOME  ⁄  Nasional

Program MBG Lampung Lampaui Target, Jangkau Lebih dari 520 Ribu Ibu dan Balita Berisiko Stunting

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program MBG Lampung Lampaui Target, Jangkau Lebih dari 520 Ribu Ibu dan Balita Berisiko Stunting
Foto: (Sumber: Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi..)

Pantau - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Provinsi Lampung telah menjangkau 520.385 penerima manfaat, melampaui target awal sebanyak 280.268 orang.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Lampung Soetriningsih di Bandarlampung, Sabtu.

"Program MBG yang masuk dalam penanganan kami ini khusus untuk kategori 3B dengan target sasaran penerima manfaat sebanyak 280.268 orang," ujarnya.

Ia mengungkapkan realisasi program jauh melebihi target yang telah ditetapkan.

"Dengan capaian realisasi yang luar biasa ini, kami berupaya meminimalisasi risiko dan cepat berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait bila ada keluhan atas makanan yang disajikan," katanya.

BKKBN Lampung memastikan seluruh proses distribusi makanan, mulai dari pengaturan porsi hingga penyaluran kepada penerima, telah sesuai standar nutrisi yang ditetapkan.

"Semua sudah dipastikan sesuai, kita harapkan yang menjadi pedoman BGN untuk nutrisi juga bisa dijaga agar terus sesuai. Tapi, dengan kondisi sekarang ada juga kasus khusus yang terjadi," ujarnya.

Ia mencontohkan kasus keracunan makanan di Bandarlampung yang langsung ditindaklanjuti dengan penghentian sementara distribusi serta evaluasi bersama pihak terkait.

Program MBG difokuskan kepada keluarga berisiko stunting, khususnya kelompok desil 1 hingga 3 dengan tingkat kesejahteraan di bawah rata-rata.

Soetriningsih mengatakan, "Dampak yang kita bisa lihat ketika keluarga berisiko stunting dengan kesejahteraan di bawah rata-rata mendapatkan MBG setiap Senin-Rabu."

"Mereka mendapatkan tambahan gizi, dan dari sisi ekonomi ada pengurangan anggaran yang dikeluarkan untuk konsumsi keluarga, sehingga mereka bisa realokasi untuk kebutuhan lainnya," katanya.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi sekaligus menekan angka stunting di Lampung melalui intervensi langsung kepada kelompok rentan.

Penulis :
Aditya Yohan