HOME  ⁄  Nasional

Surabaya Bidik Pendidikan Global Lewat Boarding School, Siapkan Generasi Tembus Panggung Dunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Surabaya Bidik Pendidikan Global Lewat Boarding School, Siapkan Generasi Tembus Panggung Dunia
Foto: (Sumber: Ilustrasi - MuhlaS Boarding School di Surabaya (ANTARA-HO/AI).)

Pantau - Pemerintah Kota Surabaya mulai mengembangkan pendidikan berstandar global melalui peresmian MuhlaS Boarding School di kawasan Krembangan sebagai upaya menyiapkan generasi berdaya saing internasional.

Transformasi Pendidikan Menuju Standar Global

Peresmian sekolah berbasis asrama tersebut dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam rangka mendorong sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan.

Model boarding school yang diterapkan mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional seperti Cambridge untuk menyesuaikan standar pendidikan global.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang menuntut kemampuan lintas batas serta daya saing global.

Pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning juga diterapkan guna mendorong pemahaman konsep, bukan sekadar capaian nilai.

Tantangan dan Pemerataan Akses Pendidikan

Pengembangan pendidikan global di Surabaya dinilai sebagai langkah strategis, namun tetap menghadapi tantangan dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan.

Pemerintah dan masyarakat didorong untuk berkolaborasi dalam mendukung ekosistem pendidikan, termasuk melalui partisipasi sosial seperti wakaf aset untuk pembangunan sekolah.

Selain itu, kesenjangan fasilitas, kualitas guru, serta akses digital masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Penguatan literasi, peningkatan kompetensi guru, serta inklusivitas bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi fokus utama dalam implementasi kebijakan pendidikan.

Upaya ini diharapkan tidak hanya mencetak generasi yang mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga tetap berakar pada nilai lokal dan karakter bangsa.

Penulis :
Ahmad Yusuf