HOME  ⁄  Nasional

Cinema XXI Catat Pendapatan Rp1,1 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 18,2 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Cinema XXI Catat Pendapatan Rp1,1 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 18,2 Persen
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Cinema XXI, Jakarta, Senin (4/5/2026). (ANTARA/HO-Cinema XXI).)

Pantau - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) mencatat pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 18,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp929,2 miliar.

Kinerja Keuangan dan Sumber Pendapatan

Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh seluruh lini bisnis, dengan penjualan tiket menyumbang 60,6 persen, diikuti lini makanan dan minuman (food and beverages/F&B) sebesar 32,6 persen, serta sisanya dari iklan dan platform digital.

Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman mengatakan, “Capaian Kuartal I 2026 ini merefleksikan resiliensi kami di tengah dinamika bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan dan bermakna."

Pendapatan tiket bioskop tercatat Rp665,3 miliar atau naik 14,3 persen, sementara lini F&B meningkat 15,9 persen menjadi Rp357,6 miliar.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA melonjak 81,2 persen menjadi Rp226,9 miliar, meskipun perusahaan masih mencatatkan rugi Rp8,15 miliar yang telah menyusut signifikan sebesar 88,25 persen secara tahunan.

Momentum Film Lokal dan Strategi Ekspansi

Kinerja perseroan turut didorong oleh kuatnya minat terhadap film lokal, terutama selama periode libur Lebaran.

Tercatat tujuh film nasional berhasil meraih lebih dari satu juta penonton, meningkat dibandingkan tiga film pada periode yang sama tahun lalu.

“Kami menyambut baik tren positif industri perfilman lokal yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik,” ujar Suryo.

Cinema XXI juga mencatat posisi keuangan yang solid dengan total aset Rp6,72 triliun dan kas sebesar Rp1,75 triliun.

Selain itu, arus kas operasi meningkat menjadi Rp106,6 miliar, mencerminkan pengelolaan bisnis yang semakin efisien.

Sebagai langkah ke depan, perusahaan akan terus berinvestasi pada inovasi layanan, khususnya di lini F&B serta peningkatan pengalaman menonton di seluruh jaringan bioskop.

Penulis :
Ahmad Yusuf