HOME  ⁄  Nasional

Once Mekel Tegaskan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun dan Siap Dapat Dukungan Anggaran Negara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Once Mekel Tegaskan PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun dan Siap Dapat Dukungan Anggaran Negara
Foto: Anggota Komisi X DPR RI Once Mekel saat melaksanakan kunjungan daerah pemilihan (kundapil) di Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota DPR RI Once Mekel menyatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini resmi masuk dalam konsep wajib belajar 13 tahun saat kunjungan daerah pemilihan di Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut membuat PAUD mendapat perhatian khusus dari pemerintah terutama dalam hal anggaran dan fasilitas pendidikan.

PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

Once merespons pertanyaan masyarakat terkait perhatian pemerintah terhadap pendidikan PAUD dengan menegaskan pentingnya kebijakan tersebut.

Ia mengungkapkan, "Saya jelaskan PAUD ini sekarang sudah dalam perhatian karena ada konsep atau aturan wajib belajar 13 tahun. Sehingga PAUD menjadi perhatian artinya ada anggaran yang akan disediakan bagi guru-guru paud juga fasilitas PAUD, sekolah-sekolah dan sebagainya."

Ia menjelaskan bahwa PAUD yang dimaksud dalam wajib belajar 13 tahun adalah pendidikan satu tahun sebelum anak masuk Sekolah Dasar (SD).

Ia mengungkapkan, "PAUD itu banyak jenisnya. Ada yang kita bilang playgroup itu dimaksud paud juga. Ada yang sedikit lebih besar atau bahkan tempat penitipan anak. Nah ini yang dimaksud paud yang masuk dalam 13 tahun wajib belajar adalah satu tahun di bawah SD."

Dengan masuknya PAUD ke dalam program wajib belajar, negara diwajibkan menyediakan anggaran serta kesiapan fasilitas pendidikan secara menyeluruh.

Ia menegaskan, "Artinya kalau sudah masuk dalam wajib belajar negara menyediakan anggaran juga kesiapan untuk semua fasilitas termasuk guru-guru."

Ia juga menambahkan bahwa guru PAUD diwajibkan memiliki sertifikasi profesional untuk menjamin kualitas pendidikan.

Ia menegaskan, "Termasuk guru-guru yang bersertifikasi sebagai guru PAUD."

Kekhawatiran Kurikulum dan Penggunaan Gawai Anak

Selain isu PAUD, masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran terkait kurikulum pendidikan yang dinilai perlu perhatian lebih.

Banyak orang tua mengkhawatirkan dampak negatif penggunaan gawai terhadap anak-anak di usia dini.

Ia mengimbau, "Lalu juga banyak sekali yang memberikan masukan atau keluhan juga soal kurikulum. Banyak yang peduli soal kurikulum anak-anak. Jadi saya juga sampaikan, sebaliknya ibu-ibu juga harus membatasi pemakaian sosmed dan gawai itu untuk anak-anak."

Pemerintah juga tengah merancang kebijakan pembatasan ketat penggunaan gawai bagi anak hingga usia tertentu.

Ia mengungkapkan, "Ini kayaknya kita lagi jadikan satu rencana untuk mungkin ada larangan yang ketat ya untuk pemakaian gawai sampai umur-umur tertentu mungkin 16 tahun supaya nggak banyak expose ke hal-hal yang buruk di gawai."

Once menekankan pentingnya pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia seiring kebijakan tersebut.

Ia berharap kebijakan ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan sehingga anak-anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Penulis :
Arian Mesa