
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah menemukan rumah tidak layak huni milik keluarga Ibu Yoni dan Pak Asep saat kunjungan kerja reses di Cipocok, Serang pada Rabu 29 April 2026.
Rumah tersebut berada di tengah kawasan perumahan yang telah berkembang dengan bangunan beton, namun kondisinya masih terbuat dari bilik bambu dan triplek tanpa fasilitas MCK maupun dapur.
"Ternyata di daerah perkotaan ini masih ada rumah dengan bilik bambu seperti ini," ungkapnya.
Keluarga tersebut diketahui telah tinggal selama tiga tahun dalam kondisi memprihatinkan tersebut dengan keterbatasan akses air dan sanitasi.
Untuk kebutuhan mandi dan mengambil air, keluarga itu harus menumpang ke rumah orang tua, sementara Pak Asep bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu.
Kondisi Memprihatinkan di Tengah Perkotaan
Sarifah yang akrab disapa SAJ mengaku terharu dan sedih saat melihat langsung kondisi keluarga tersebut.
"Jadi ketika saya mampu untuk memperjuangkan, memang hati saya itu gimana ya, sedih juga. Bu saya itu sedih juga, sumpah sedih banget. Tapi mudah-mudahan saya bisa terus turun dan terjun langsung ke masyarakat untuk membantu masyarakat," ujarnya.
Ia kemudian memperjuangkan bantuan bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi keluarga tersebut.
Perjuangan Bantuan dan Kolaborasi Lintas Komisi
Program BSPS merupakan bantuan stimulan berbasis swadaya antara pemerintah dan masyarakat sehingga tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah.
"Ini kan juga untuk rumah pun stimulan, jadi swadaya antara pemerintah dan masyarakat. Jadi setidaknya dia tidak full terbebani 100%," jelasnya.
Sarifah menyampaikan bahwa perjuangan tersebut membuahkan hasil dan keluarga itu berhasil mendapatkan bantuan bedah rumah.
"Alhamdulillah, kita berhasil memperjuangkan dan mereka mendapat bantuan bedah rumah ini memberikan yang sebenarnya tidak bisa dinilai dengan uang gitu, jadi ada perasaan puas, bangga, senang ternyata kita dipilih oleh masyarakat, kita bisa membawa manfaat yang lebih baik untuk masyarakat seperti itu," tuturnya.
Meski bertugas di Komisi I DPR RI, Sarifah menegaskan komitmennya untuk membantu konstituen melalui kolaborasi lintas komisi.
"Kalau saya sih, karena saya masih tempatkan Komisi I ya, mungkin kita bisa melakukan kolaborasi dengan komisi-komisi lain," katanya.
Selain itu, ia juga berencana mengusulkan bantuan tambahan berupa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak keluarga tersebut serta pengurusan BPJS Kesehatan bagi Ibu Yoni.
"Saya sudah nanya tadi, ternyata Bapaknya punya anak yang masih SD. Mungkin kita bisa usulkan nanti biar dapat PIP gitu kan untuk pendidikan. Nanti kita bisa bantu untuk BPJS-nya Bu ya, karwna ibu Yoni ada masalah dengan pendengarannya, supaya setidaknya ini bisa membantu," ujarnya.
Sarifah turut menyampaikan pesan agar masyarakat tidak kehilangan harapan karena masih banyak pihak yang peduli.
"Jadi setidaknya bahwa kita orang-orang atas masih ada gitu loh. Masih ada dan mau peduli dengan ibu-ibu. Jadi kalau ada yang bilang semuanya, enggak. Semuanya masih banyak orang baik, masih banyak orang yang peduli dengan Ibu Yoni dan keluarga," pungkasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa





