HOME  ⁄  Nasional

Flyover Dinilai Jadi Solusi Mendesak Cegah Kecelakaan Kereta di Perlintasan Sebidang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Flyover Dinilai Jadi Solusi Mendesak Cegah Kecelakaan Kereta di Perlintasan Sebidang
Foto: (Sumber: Petugas mengamati gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data KAI hingga pukul 08.45 WIB sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka, akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuterline. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr..)

Pantau - Pembangunan flyover dinilai menjadi solusi mendesak untuk mencegah kecelakaan kereta yang kerap terjadi di perlintasan sebidang seperti insiden di Bekasi.

Kecelakaan Berulang di Perlintasan Sebidang

Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur pada 27 April 2026 yang menewaskan sedikitnya 16 orang kembali menyoroti bahaya perlintasan sebidang.

Peristiwa tersebut dinilai memiliki pola serupa dengan kecelakaan sebelumnya yang sering melibatkan kendaraan atau pejalan kaki yang menerobos rel saat kereta melintas.

Kondisi ini disebut sebagai akar persoalan yang belum tertangani secara tuntas meski berbagai upaya penegakan aturan telah dilakukan.

Flyover Jadi Solusi Efektif

Pembangunan flyover dianggap sebagai langkah paling efektif untuk menghilangkan potensi kecelakaan di titik perlintasan.

Meski membutuhkan biaya besar dan waktu pembangunan yang lama, flyover terbukti mampu meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan.

Contoh penerapan seperti flyover Pondok Betung dinilai berhasil menekan risiko kecelakaan secara signifikan.

Presiden Prabowo Subianto disebut telah merespons cepat dengan menjanjikan pembangunan flyover sebagai solusi jangka panjang.

Informasi tambahan menyebutkan kebiasaan pengendara yang masih sering menerobos perlintasan menjadi tantangan besar sehingga diperlukan langkah struktural selain imbauan dan penegakan hukum.

Penulis :
Ahmad Yusuf