HOME  ⁄  Nasional

Kemhan Tegaskan Tidak Ada Pembelian Alutsista dalam Kesepakatan DCA RI-Jepang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemhan Tegaskan Tidak Ada Pembelian Alutsista dalam Kesepakatan DCA RI-Jepang
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Sejumlah anggota TNI melakukan simulasi pertempuran saat gladi bersih Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara (Lanud) Suparlan Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz..)

Pantau - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan bahwa tidak ada poin pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam Defence Cooperation Arrangement (DCA) dengan Jepang yang ditandatangani pada Senin (4/5).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan kerja sama tersebut berfokus pada aspek strategis non-pengadaan.

"Belum ada kesepakatan spesifik terkait pengadaan tertentu," ungkapnya.

Fokus Kerja Sama Teknologi dan Maritim

Kemhan menyebut kerja sama dengan Jepang diarahkan pada pengembangan teknologi militer dan penguatan keamanan maritim.

Menurut Rico, kedua bidang tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dalam negeri.

Ia menambahkan kerja sama ini juga berpotensi memperkuat pengawasan wilayah laut kedua negara.

Peluang Tetap Terbuka Sesuai Kepentingan Nasional

Meski tidak mencakup pembelian alutsista, Kemhan tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama pengadaan di masa depan.

Rico menegaskan setiap bentuk kerja sama tetap harus mengedepankan kepentingan nasional Indonesia.

"Seluruh potensi kerja sama tetap mengedepankan amanah konstitusi, kepentingan nasional, serta kontribusi terhadap stabilitas kawasan," ujarnya.

DCA RI-Jepang juga mencakup pertukaran personel, pendidikan dan penelitian militer, latihan bersama, hingga penanggulangan bencana.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di Jakarta.

Penulis :
Ahmad Yusuf