
Pantau - Pemerintah meningkatkan kualitas penyaluran kredit kepada pelaku UMKM agar tidak hanya terserap secara angka, tetapi mampu mendorong pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja.
Fokus Kualitas Kredit dan Dampak Nyata
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan UMKM menunjukkan tren positif.
“Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan perkreditan umumnya untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangat positif perkembangannya dan Pak Menteri UMKM terus bekerja keras untuk mengoptimalkan KUR dan berbagai kredit itu, sehingga benar-benar bermanfaat langsung kepada para pelaku UMKM,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar penyaluran kredit, tetapi juga memastikan dampaknya terhadap penguatan usaha dan penciptaan lapangan kerja.
Tantangan Kredit Macet dan Akses Pasar
Muhaimin mengakui masih terdapat tantangan seperti risiko kredit macet dan terbatasnya akses pasar bagi pelaku UMKM.
“Kita tidak ingin pelaku UMKM terjebak pada kredit macet. Karena itu, selain pembiayaan, kita juga harus memastikan pasar tersedia dan aksesnya terbuka luas,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut total kredit UMKM pada 2025 mencapai Rp1.487 triliun dengan realisasi KUR sebesar Rp270 triliun.
“Pengalokasian kredit kepada sektor UMKM tidak bisa hanya sekedar dilihat dari jumlahnya, karena ada beberapa kondisi pada saat kita bantu UMKM dari sisi pembiayaan, bisa produksi barang, tapi barangnya tidak bisa dijual ke pasar. Dampaknya terjadi kredit macet,” katanya.
Pemerintah menegaskan akan terus memperbaiki ekosistem pembiayaan dan pasar agar UMKM dapat tumbuh berkelanjutan serta berkontribusi pada perekonomian nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





