
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak perempuan Indonesia untuk berdaya dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang setara dan inklusif.
Perempuan Didorong Jadi Penggerak Perubahan
Ajakan tersebut disampaikan Arifah saat membuka acara Women’s Inspiration Award 2026 di Jakarta, Selasa.
“Perempuan hebat tidak selalu terlihat di depan, tapi dampaknya terasa luas di lingkup keluarga, komunitas, bahkan bangsa. Ada banyak perubahan besar berawal dari langkah kecil seorang perempuan,” ungkapnya.
Ia menegaskan perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan yang dimulai dari lingkup keluarga hingga berdampak pada masyarakat luas.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya kolektif menghadapi berbagai tantangan sosial.
Kekerasan Masih Jadi Tantangan
Arifah mengungkapkan data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan satu dari empat perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.
“Kita perlu membuka lebih banyak ruang, memperkuat perlindungan, dan memastikan perempuan bisa berdaya secara optimal. Karena itu, perlu kolaborasi yang kuat antar kementerian/lembaga, dunia usaha, masyarakat, serta media,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya solidaritas perempuan dalam menghadapi tantangan.
“Bukan hanya percaya diri, perempuan juga perlu saling bergandengan tangan, melangkah bersama, dan berani tampil untuk bersinar dan menjadi pemimpin,” kata Irene.
Dalam ajang tersebut, sejumlah tokoh perempuan menerima penghargaan Woman of Inspiration, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, Siti Hediati Soeharto, dan Nanik S. Deyang.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada kepala daerah serta perempuan pelaku bisnis, influencer, dan UMKM yang dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





