
Pantau - Kementerian Dalam Negeri menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada keluarga korban kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kabupaten Bekasi, sebagai upaya memastikan akses layanan publik tetap berjalan.
Penyerahan Dokumen dan Kehadiran Negara
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menyatakan penyerahan dokumen ini merupakan bukti kehadiran negara dalam kondisi sulit yang dialami keluarga korban.
Ia mengatakan, "Dokumen yang kami serahkan berupa kartu keluarga baru serta KTP elektronik bagi yang telah berkeluarga. Dokumen ini penting sebagai dasar untuk mengakses berbagai layanan publik,".
Teguh juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia serta menegaskan komitmen pelayanan administrasi kependudukan yang cepat dan akurat sejak warga lahir dan seterusnya.
Ia mengungkapkan, "Kami mengapresiasi langkah Pemkab Bekasi yang cepat dan peduli terhadap keluarga korban. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban duka yang dirasakan,".
Bantuan Daerah dan Data Korban
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah situasi duka.
Ia mengatakan, "Semoga para korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,".
Asep menegaskan, "Dalam kondisi seperti ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh kebutuhan administrasi keluarga korban dapat diselesaikan dengan cepat dan tanpa kendala. Pelayanan harus tetap berjalan, bahkan dalam situasi sulit sekalipun,".
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Baznas Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban serta memberikan dukungan berkelanjutan termasuk fasilitasi pendidikan bagi keluarga yang kehilangan tulang punggung.
Ia menambahkan, "Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan pelayanan menjadi sangat penting. Ini bagian dari pelayanan publik yang humanis, di mana negara harus hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka,".
Tercatat 12 korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut pada pekan sebelumnya, dengan 10 korban berasal dari Kabupaten Bekasi dan dua lainnya dari luar daerah.
Tiga korban yang teridentifikasi awal adalah Nurlaela asal Cikarang Timur, Adelia Rifani asal Cibitung, dan Ristuti Kustirahayu asal Sukatani.
Berdasarkan data Tim Disaster Victim Identification Polri, tujuh korban lainnya dari Kabupaten Bekasi adalah Anita Sari (31) asal Cikarang Barat, Faridha Utami (50) asal Cibitung, Fika Aknia Pratiwi (23) asal Cikarang Barat, Ida Nuraida (48) asal Cibitung, Gita Septia Wardani (20) asal Cibitung, Rinjani Novitasari (25) asal Tambun Selatan, dan Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32) asal Tambun Selatan.
- Penulis :
- Shila Glorya





