
Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penguatan karakter karena dinilai menjadi faktor utama yang menentukan kualitas seseorang, termasuk saat menjadi pemimpin.
Karakter Dinilai Penentu Kesuksesan
Pesan tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri penutupan Program Magang Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (6/5).
“Karakter itu adalah nilai-nilai yang kalian yakini. Kalian jujur, kalian disiplin, kalian menjadi fighters, kalian menjadi petarung, itu karakter,” kata Bima.
Menurutnya, kesuksesan seseorang lebih banyak ditentukan oleh karakter dibandingkan kompetensi.
Bima menjelaskan kompetensi berkaitan dengan keterampilan dan pengetahuan, sedangkan karakter menyangkut nilai-nilai yang dijalankan seperti disiplin, kejujuran, kerja keras, dan ketangguhan.
Ia menyebut karakter memiliki kontribusi sekitar 80 persen terhadap kesuksesan, sementara kompetensi hanya 20 persen.
“Kalian akan bisa menyalip teman-teman kalian yang jenius, ketika kalian lebih disiplin. Itu baru satu saja disiplin, belum lagi yang lain-lain lho, itu baru satu disiplin. Yang kedua adalah kebiasaan kalian untuk berani menghadapi perbedaan, ujian, cobaan, dan lain-lain,” ujarnya.
Mahasiswa Diminta Berani Keluar dari Zona Nyaman
Bima mengatakan karakter kuat terbentuk melalui proses dan latihan yang konsisten, termasuk keberanian menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman.
Ia menilai orang besar adalah mereka yang berani mengambil keputusan berisiko dalam hidup.
“Kita punya banyak pilihan, dan orang-orang besar itu berani mengambil risiko untuk pilihan. Pilihan yang berisiko. Teman-teman kalian yang enggak datang mungkin alasannya sangat penting, mungkin juga enggak. Mungkin juga mereka memilih untuk ada di zona nyaman saja,” kata Bima.
Bima juga menekankan pentingnya kemampuan memanfaatkan momentum dalam kehidupan yang menurutnya sangat dipengaruhi karakter kuat dalam mengambil keputusan.
“Kalian ini masih masa-masa membentuk karakter. Jadi mudah-mudahan magang di Kemendagri ini ikut berkontribusi membentuk karakter dan keberadaan kalian menjadi pemimpin dan orang hebat,” tuturnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





