
Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 menjadi bukti nyata banyak kepala daerah memiliki kinerja positif dalam menjalankan pemerintahan.
Kemendagri Beri Apresiasi untuk Kepala Daerah Berprestasi
Tito mengatakan penghargaan tersebut digelar untuk menampilkan capaian nyata pemerintah daerah di tengah adanya sorotan terhadap sejumlah kepala daerah yang memiliki catatan negatif.
“Jangan sampai kita menggeneralisasikan bahwa semua kepala daerah buruk. Penghargaan ini menunjukkan bahwa banyak kepala kepala daerah juga yang bagus, yang berprestasi,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Penghargaan tersebut diberikan dalam empat kategori yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, entrepreneur government/creative financing, serta pengendalian inflasi.
Menurut Tito, empat kategori itu menjadi indikator penting dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Ia menjelaskan pemerintah daerah yang meraih juara juga mendapatkan insentif fiskal dari Kemendagri.
“Dan hadiahnya selain tropi juga adalah untuk juara satu insentif fiskal yang memang diatur dalam aturan undang-undang tentang keuangan itu sebanyak tiga miliar, yang nomor dua, dua miliar, yang nomor tiga, satu miliar,” ujarnya.
Isu Perumahan Diusulkan Masuk Kategori Penilaian
Ajang penghargaan tersebut dibagi dalam enam regional meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa-Bali, Maluku-Nusra, dan Papua.
Dalam pelaksanaannya, Kemendagri menggandeng Tempo Media Group untuk memastikan proses penjurian berlangsung objektif dan profesional.
Tito meyakini daerah yang menerima penghargaan merupakan daerah dengan kinerja pemerintahan yang baik dan positif.
Dalam kesempatan itu, Tito juga menyambut usulan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait agar sektor perumahan masuk kategori penilaian penghargaan berikutnya.
“Beliau sudah menyampaikan usulan nanti untuk gelombang berikutnya isu perumahan menjadi isu yang dipertandingkan. Dan itu saya anggap penting karena memang itu kaitannya dengan kemiskinan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, macam-macam,” tutur Tito.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





