HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Kehutanan Harapkan Hutan Papua Pegunungan Tetap Lestari untuk Menjaga Paru-Paru Dunia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian Kehutanan Harapkan Hutan Papua Pegunungan Tetap Lestari untuk Menjaga Paru-Paru Dunia
Foto: Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Prof Haruni Krisnawati ketika memberikan pernyataan dalam konferensi pers di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan Kamis (7 /4/2026). (sumber: ANTARA/Yudhi Efendi.)

Pantau - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia berharap kawasan hutan di wilayah Papua Pegunungan dijaga dengan baik agar tetap lestari karena menjadi salah satu harapan utama dalam menyaring karbon gas rumah kaca di Indonesia.

Kawasan hutan di Papua Pegunungan mencakup delapan kabupaten, yakni Jayawijaya, Nduga, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Yalimo, Tolikara, dan Lanny Jaya dengan total luas mencapai 5.121.331,29 hektare.

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati, mengatakan keberadaan hutan di Papua Pegunungan memiliki peran penting bagi Indonesia maupun dunia dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

"Setelah hutan di Sumetera terbakar, maka hutan di Papua Pegunungan atau Tanah Papua secara umum menjadi harapan Indonesia maupun dunia dalam menjaga paru-paru dunia," katanya.

Upaya Menjaga Ekosistem Hutan Papua Pegunungan

Haruni Krisnawati menjelaskan kegiatan Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, beberapa waktu lalu menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem hutan di Papua Pegunungan.

"Kami tentu berharap seluruh komponen masyarakat, pemerintah, berbagai pemangku kepentingan di Papua Pegunungan untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan tropis di Papua Pegunungan supaya karbon gas dari rumah kaca dapat disaring," ujar Haruni.

Ia menyebut hasil pertemuan tersebut telah dituangkan dalam rencana operasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang menjadi program utama di sektor kehutanan.

"Tentu dalam pelaksanaannya perlu terstruktur, sistematis, masif dan perlu target kinerja yang perlu ditingkatkan. Disinilah perlunya partisipasi teman-teman di Provinsi Papua Pegunungan menjadi sangat penting," katanya.

Penguatan Kebijakan dan Partisipasi Daerah

Haruni Krisnawati menambahkan pengelolaan manajemen hutan lestari, pengelolaan lingkungan, pengelolaan karbon, serta penguatan kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan hutan di Papua Pegunungan dan Tanah Papua secara umum.

"Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 semoga menjadi jalan dan membuka pintu baru untuk Provinsi Papua Pegunungan seperti pendanaan untuk tetap menjaga kawasan hutan di sini tetap lestari, pertumbuhan ekonomi masyarakat tetap bertumbuh dan martabat masyarakat adat pun tetap terjaga. Semoga Folu Net Sink yang telah ditargetkan secara global bisa tercapai dan partisipasi dari pemerintah daerah serta seluruh pihak sangat diperlukan dan penting untuk mewujudkannya," ujarnya.

Penulis :
Arian Mesa