HOME  ⁄  Nasional

Akses Pembiayaan Bantu Usaha Wingko Babat di Semarang Terus Berkembang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Akses Pembiayaan Bantu Usaha Wingko Babat di Semarang Terus Berkembang
Foto: (Sumber: Novi, istri Slamet, mengolah adonan wingko babat di rumah produksinya di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026). ANTARA/Imamatul Silfia..)

Pantau - Usaha wingko babat milik Slamet dan istrinya, Novi, di Kota Semarang, Jawa Tengah, berkembang pesat setelah memanfaatkan akses pembiayaan perbankan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Dari rumah produksi sederhana, pasangan tersebut setiap hari mengolah wingko babat berbahan dasar kelapa muda parut, tepung ketan, dan gula untuk memenuhi permintaan pasar.

Perjalanan usaha Slamet dimulai setelah ia memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan mebel karena merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan.

Sekitar tahun 2010, Slamet mulai belajar membuat wingko babat dari seorang pedagang asal Lamongan.

Pada awalnya, usaha tersebut hanya dijalankan sebagai pekerjaan sampingan sambil tetap bekerja sebagai karyawan.

Empat tahun kemudian, Slamet memutuskan fokus penuh mengembangkan usaha wingko babat miliknya.

Memulai Usaha dari Skala Kecil

Slamet mengawali usaha dengan membeli bahan baku dalam jumlah kecil sekitar dua hingga tiga kilogram.

Dari skala rumahan tersebut, ia perlahan membangun pelanggan dan menjaga kualitas rasa produknya.

Seiring meningkatnya permintaan, Slamet mulai memanfaatkan akses pembiayaan untuk memperbesar kapasitas usaha.

Dana pinjaman dari perbankan digunakan untuk membeli mesin parut kelapa guna mempercepat proses produksi.

Penggunaan mesin tersebut membuat kapasitas dapur produksi wingko babat miliknya terus meningkat.

UMKM Dinilai Perlu Dukungan Pembiayaan

Akses pembiayaan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM berkembang.

Melalui dukungan modal usaha, pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.

Usaha wingko babat milik Slamet menjadi salah satu contoh bagaimana pembiayaan dapat membuka peluang pertumbuhan usaha tradisional di tengah persaingan pasar.

Penulis :
Aditya Yohan