
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyatakan seluruh korban erupsi Gunung Dukono yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian dan pertolongan atau SAR resmi ditutup.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sebelumnya tim SAR gabungan telah menemukan satu korban perempuan WNI berinisial E dalam kondisi meninggal dunia.
“Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan,” kata Abdul Muhari.
Dua korban terakhir yang ditemukan masing-masing berinisial HWQT, laki-laki warga negara asing usia 30 tahun, dan SMBAH, laki-laki warga negara asing usia 27 tahun.
Setelah penemuan korban, tim SAR gabungan segera mengevakuasi seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono.
Seluruh korban kemudian dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Abdul Muhari menjelaskan pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah tim gabungan menandai titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi sebelumnya.
Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan.
Aktivitas erupsi Gunung Dukono juga masih berlangsung fluktuatif sehingga tim SAR harus melakukan evakuasi secara hati-hati dengan mengedepankan keselamatan personel di lapangan.
Pada operasi pencarian hari ketiga, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu.
Unsur yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri atas Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, Palang Merah Indonesia atau PMI, serta masyarakat setempat.
Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Korban selamat terdiri atas tujuh warga negara asing asal Singapura dan delapan warga negara Indonesia.
Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat berinisial RS dan JA turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” ujar Abdul Muhari.
- Penulis :
- Gerry Eka





