HOME  ⁄  Nasional

Danantara dan Pemda Percepat Pembangunan PSEL di Enam Lokasi untuk Atasi Krisis Sampah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Danantara dan Pemda Percepat Pembangunan PSEL di Enam Lokasi untuk Atasi Krisis Sampah
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan paparan di acara penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah daerah dan PT Danantara Investment Management terkait percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jakarta, Senin 11/5/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Danantara Investment Management menandatangani nota kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di enam lokasi prioritas.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Graha Mandiri, Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, “Baru saja telah ditandatangani MoU antara Danantara dengan pemda untuk percepatan pembangunan PSEL di enam lokasi, yaitu Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi.”

Pembangunan PSEL tersebut menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara dalam mempercepat penanganan persoalan sampah perkotaan.

Pemerintah memprioritaskan pembangunan PSEL di wilayah dengan kondisi sampah darurat dan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.

Pemerintah Targetkan 25 Lokasi PSEL

Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di hampir 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten dan kota.

“Ditargetkan hampir 25 lokasi dengan 62 kabupaten/kota yang di atas 1.000 ton. Nanti di bawah 1.000 kita selesaikan bergantian, tapi target yang darurat dulu,” ujar Zulkifli Hasan.

Pemerintah menilai penanganan sampah harus segera dilakukan karena timbunan sampah telah menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara serta mengancam kesehatan masyarakat.

Zulkifli Hasan menyebut sejumlah timbunan sampah di daerah bahkan telah mencapai ketinggian setara 14 hingga 15 lantai bangunan.

Menurutnya, pembangunan PSEL menjadi solusi untuk mengubah sampah menjadi energi bersih berupa listrik.

“Yang harus dipercepat menjadi energi bersih, listrik. Tanpa bau dan tanpa racun,” katanya.

Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek PSEL darurat dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

“Dalam tiga tahun ke depan, separuh akan selesai 2027, separuh lagi Mei 2028,” ungkap Zulkifli Hasan.

Nilai Pendanaan Proyek PSEL Capai Rp87 Triliun

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan proyek pengolahan sampah tersebut diperkirakan membutuhkan pendanaan hingga 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun.

“Ini merupakan proyek pengolahan sampah yang akan secara fundraising mencapai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp87 triliun), jadi ini bukan nilai yang kecil,” ujar Pandu Sjahrir.

Pandu menilai percepatan pembangunan PSEL membutuhkan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait.

Menurutnya, persoalan sampah telah berkembang menjadi krisis di berbagai daerah sehingga membutuhkan langkah cepat.

“Waktu kita sangat kecil, jadi semua harus bekerja sama, semua bergerak cepat,” kata Pandu.

Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai dasar percepatan pembangunan PSEL.

Danantara mulai melakukan proses lelang proyek PSEL pada November 2025.

Danantara juga telah menetapkan pemenang proyek untuk PSEL Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya pada awal Maret 2026.

Dokumen perjanjian kerja sama untuk tiga wilayah tersebut ditandatangani pada 21 April 2026.

Selanjutnya, penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Danantara dilakukan pada 4 Mei 2026.

Penulis :
Leon Weldrick