HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jaktim Sebut Maraknya Ikan Sapu-Sapu Jadi Tanda Darurat Sungai Jakarta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jaktim Sebut Maraknya Ikan Sapu-Sapu Jadi Tanda Darurat Sungai Jakarta
Foto: (Sumber: Warga menjaring ikan sapu-sapu dałam operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj/am.)

Pantau - Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto menyebut maraknya ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta menjadi indikator kerusakan serius ekosistem perairan akibat tingginya pencemaran dan limbah yang masuk ke aliran sungai.

"Ikan sapu-sapu ini sangat kuat terhadap pencemaran dan bahan kimia. Akhirnya, dia berkembang biak dan merusak ekosistem sungai," kata Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Menurut Kusmanto, keberadaan ikan sapu-sapu menunjukkan kondisi sungai Jakarta semakin mengkhawatirkan karena aktivitas manusia dan rendahnya kesadaran menjaga lingkungan.

Ia membandingkan kondisi sungai Jakarta saat ini dengan era 1960 hingga 1980-an yang dinilai masih memiliki kualitas lingkungan yang baik dan dipenuhi ikan lokal khas Betawi.

Limbah Rumah Tangga Perparah Pencemaran Sungai

Kusmanto mengatakan perubahan kondisi sungai terjadi seiring perkembangan pembangunan, pertumbuhan penduduk, serta meningkatnya pencemaran lingkungan.

Banyak limbah rumah tangga dan bahan kimia masuk ke aliran sungai, ditambah perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Menurut dia, kondisi semakin kompleks karena saluran limbah rumah tangga dan tinja banyak yang bermuara langsung ke sungai sehingga kualitas air terus menurun.

Awalnya, ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan hias pembersih akuarium yang populer pada era 1990-an, namun kemudian berkembang liar setelah dibuang ke sungai.

Kusmanto menyebut dominasi ikan sapu-sapu membuat sejumlah ikan lokal seperti gabus, sepat, tawes, betok, dan betik semakin sulit ditemukan di perairan Jakarta.

"Harusnya dapat ikan lokal, tapi yang didapat malah sapu-sapu semua. Ini menurut saya sudah darurat," ujarnya.

Pemkot Dorong Edukasi dan Penanganan Lingkungan

Kusmanto mengingatkan jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka bukan tidak mungkin spesies lain yang lebih tahan pencemaran akan muncul dan semakin merusak ekosistem sungai.

Ia mengajak masyarakat mengubah pola pandang terhadap sungai dengan menjadikannya sebagai halaman depan rumah yang wajib dijaga, bukan tempat membuang sampah dan limbah.

Kusmanto juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui literasi ekologis agar masyarakat memahami tanda-tanda kerusakan lingkungan sejak dini.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dalam kegiatan penangkapan serentak di lima wilayah pada 17 April 2026.

Total hasil tangkapan mencapai 6.979,5 kilogram atau sekitar 6,98 ton, dengan tangkapan terbesar berasal dari Jakarta Selatan sebanyak 63.600 ekor dari kawasan Setu Babakan.

Penulis :
Aditya Yohan