
Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyebut 11 operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah sepanjang tahun 2026 menjadi alarm keras bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Akhmad Wiyagus mengatakan, "Kita mencatat setidaknya ada 11 operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah dengan berbagai macam modus dan konstruksi yang dilakukan dan ini adalah alarm yang keras bagi kita semua."
Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Wiyagus menilai penindakan hukum saja tidak cukup untuk memberantas korupsi apabila tidak menyentuh akar persoalan berupa pembentukan karakter dan integritas.
Pendidikan Antikorupsi Jadi Langkah Preventif
Pemerintah mendorong penguatan pendidikan antikorupsi sebagai langkah preventif dan edukatif untuk membangun budaya jujur sejak usia dini.
Akhmad Wiyagus mengatakan, "Korupsi adalah penyakit karakter dan obatnya bukan hanya melalui hukuman fisik atau penegakan hukum, tetapi juga masuk ke tataran preventif dan edukatif, salah satu di antaranya adalah pendidikan antikorupsi."
Pendidikan antikorupsi dinilai perlu ditanamkan sejak usia dini mulai dari tingkat PAUD hingga sekolah dasar.
Nilai yang ingin ditanamkan melalui pendidikan antikorupsi meliputi kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin.
Wiyagus berharap pendidikan antikorupsi dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki integritas tinggi dan mampu memutus rantai korupsi di Indonesia.
Akhmad Wiyagus mengatakan, "Ini sebagai pondasi pembentukan karakter dan integritas bagi generasi masa depan bangsa Indonesia."
KPK Sebut Pendidikan Jadi Fondasi Integritas Bangsa
Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi 2026 dilakukan melalui kerja sama antara Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan pendidikan menjadi ruang paling strategis untuk membangun karakter bangsa dan budaya antikorupsi sejak dini.
Setyo Budiyanto mengatakan penguatan integritas di sektor pendidikan masih menjadi pekerjaan besar bersama.
Setyo Budiyanto mengatakan, “Pendidikan harus menjadi fondasi membangun generasi berintegritas. Karena itu, penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga daerah harus memiliki arah dan semangat yang sama.”
- Penulis :
- Shila Glorya





